Pengembangan ekonomi biru (blue economy) juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru di kawasan pesisir. Konsep tersebut diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pangan berprotein, menciptakan lapangan kerja, dan membuka peluang investasi.
“Pada 2026, Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) dicanangkan sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di pesisir yang mengintegrasikan rantai nilai dari hulu ke hilir, mulai dari produksi penangkapan, pengolahan, fasilitas pendingin dan penyimpanan, hingga jaringan distribusi pasar,” ujar Ridky.
Ridky menegaskan penguatan ketahanan pangan membutuhkan kolaborasi lintas sektor serta penyelarasan kebijakan agar rantai pasok dan logistik komoditas pangan dapat berjalan efektif dan menjangkau seluruh wilayah Indonesia.
Sementara itu, ENSIA 2026 yang mengusung tema Innovation for Sustainable Business and Resilient Community turut menyoroti pengembangan pasar karbon sebagai isu strategis selain ketahanan rantai pasok pangan.
Senior Researcher Korea Research Institute on Climate Change (KRIC) Bonn Choi menyampaikan implementasi Artikel 6 Perjanjian Paris (Paris Agreement) membuka peluang pengembangan mekanisme pasar karbon sebagai instrumen pengurangan emisi.