Selain itu, bantuan sebesar Rp 50 juta disalurkan kepada Paroki Gako di Kabupaten Nagekeo dan Rp 50 juta kepada Paroki Ropa di Kabupaten Ende untuk membantu pemulihan rumah ibadah yang terdampak gempa.

Kemenko Pangan juga menyalurkan bantuan sebesar Rp 240 juta kepada keluarga besar Kemenko Pangan yang terdampak bencana, serta paket sembako senilai Rp 50 juta yang dibagikan kepada masyarakat di Desa Turamuri dan warga di sekitar Gereja Paroki Soa, Kabupaten Ngada.

"Kami di Kemenko Pangan terpanggil untuk bersama-sama membantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana. Melalui Sahabat Pangan Peduli NTT, kami mengajak dunia usaha, asosiasi, BUMN, dan seluruh keluarga besar Kemenko Pangan untuk bergotong royong membantu masyarakat agar dapat segera bangkit dan pulih," ujar Bara.

Dia mengatakan dukungan Sahabat Pangan Peduli NTT berasal dari berbagai pihak. Dalam bentuk bantuan tunai, dukungan antara lain diberikan oleh Asosiasi Gula Rafinasi Indonesia (AGRI) dan para anggotanya sebesar Rp 1,2 miliar, GAPMMI sebesar Rp 100 juta, Sinar Mas sebesar Rp 100 juta, P3JI sebesar Rp 50 juta, ASKINDO sebesar Rp 30 juta, KSO Sucofindo-Surveyor Indonesia sebesar Rp 10 juta, serta pegawai Kementerian Koordinator Bidang Pangan.

Sementara itu, dalam bentuk barang, dukungan diterima dari Cargill Indonesia sebesar Rp 565 juta, ID FOOD sebesar Rp 100 juta, Heinz ABC Indonesia sebesar Rp 20 juta, Frisian Flag Indonesia sebesar Rp 16 juta, dan Mayora sebesar Rp 9 juta, dengan total nilai bantuan barang sekitar Rp 710 juta.

"Kemenko Pangan juga memperoleh dukungan dari PT Pos Indonesia dalam mendukung rangkaian distribusi dan penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak. Dukungan sejumlah mitra tersebut menjadi bagian dari kolaborasi pemerintah, dunia usaha, asosiasi, BUMN, dan pegawai Kemenko Pangan dalam membantu masyarakat NTT," ungkapnya.