NADIKABAR.COM — Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mendorong penguatan transportasi multimoda sebagai fondasi implementasi zero Over Dimension Overloading (ODOL) agar distribusi logistik tetap efisien, biaya terkendali, dan pertumbuhan ekonomi terjaga.

"Kebijakan pembersihan jalan dari truk ODOL tidak akan pernah berhasil secara optimal hanya dengan mengandalkan penindakan di jalan raya tanpa didukung sistem angkutan multimoda," kata Asisten Deputi Pengembangan Industri Logam, Mesin Alat Transportasi, Elektronika, dan Aneka Kemenko Perekonomian Atong Soekirman dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Dia menekankan hal itu dalam acara sinkronisasi Focus Group Discussion (FGD) Implementasi zero ODOL untuk Masa Depan Logistik Indonesia yang digelar di Jakarta.

Ia menyampaikan, hingga saat ini sebagian besar distribusi logistik di Indonesia masih bertumpu pada angkutan jalan raya atau truk sehingga diperlukan penguatan ekosistem transportasi agar arus barang semakin efisien.

Karena itu, menurut dia, penerapan penyesuaian kapasitas muatan truk sesuai aturan perlu diiringi dengan penyediaan alternatif transportasi yang memadai agar distribusi logistik tetap berjalan lancar dan biaya tetap terkendali.

"Hal itu penting untuk menjaga efisiensi operasional pengusaha sekaligus memastikan stabilitas harga barang di pasar," ujarnya.