Para mahasiswa menjalankan berbagai program bersama masyarakat di Kepulauan Mentawai, Banyumas, Gunungkidul, Sidoarjo, Surabaya, Jember, Buleleng, hingga Tomohon.
Program yang diusung mencakup pengelolaan limbah, pengembangan pangan lokal dan pariwisata, pendidikan anak, serta konservasi air. Penilaian final berfokus pada kontribusi mahasiswa, perubahan yang dirasakan masyarakat, dan keberlanjutan program setelah pendampingan berakhir.
Pihaknya berharap Innovilleague mampu menghimpun praktik baik dari perguruan tinggi yang dapat dipelajari dan diterapkan di daerah lain. Dengan begitu, inovasi mahasiswa berpeluang berkembang melampaui proyek kampus dan menjadi solusi yang relevan bagi kebutuhan masyarakat.