Ferry berharap pilot project Banyumas dapat menjadi model nasional yang dapat direplikasi oleh ribuan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di seluruh Indonesia. Dengan begitu, minyak jelantah yang selama ini dianggap limbah kini dapat berubah menjadi penghasilan, simpanan anggota, penguat modal koperasi, dan bagian dari rantai pasok energi berkelanjutan.

Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan Usaha Koperasi Kementerian Koperasi, Panel Barus menjelaskan minyak jelantah kini telah menjadi komoditas strategis yang memiliki nilai ekonomi. Melalui kerja sama ini, setiap liter minyak jelantah yang dikumpulkan koperasi dihargai oleh PT Pertamina Patra Niaga sekitar Rp5.000 hingga Rp6.500 per liter.

"Potensi ekonomi yang selama ini tercecer di dapur rumah tangga kini dapat dihimpun menjadi kekuatan ekonomi rakyat melalui koperasi. Sesuai keputusan dan kesepakatan dalam Rapat Anggota, hasil pengumpulan minyak jelantah dapat dikonversi menjadi simpanan anggota koperasi, baik dalam bentuk simpanan pokok, simpanan wajib, maupun bentuk partisipasi ekonomi lainnya sesuai ketentuan koperasi masing-masing. Artinya, minyak jelantah yang sebelumnya dibuang kini dapat berubah menjadi tabungan, modal bersama, dan aset ekonomi anggota koperasi," tegasnya.