NADIKABAR.COM — Sepanjang 2025, wisatawan China tercatat 1,34 juta kunjungan sehingga menempatkan China sebagai negara asal wisatawan mancanegara terbesar keempat setelah Malaysia, Australia, dan Singapura. Untuk 2026, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menargetkan 1,559 juta hingga 1,726 juta kunjungan wisatawan China.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dikutip Kemenpar, kunjungan wisatawan China dalam delapan bulan pertama tahun ini mencapai 1,054 juta, dibandingkan 905.002 kunjungan pada periode yang sama tahun lalu. Angka pertumbuhan itu lebih dari tiga kali lipat kenaikan total kunjungan wisatawan mancanegara yang sebesar 5,38 persen. Permintaan perjalanan dari China sendiri terus meningkat. Data Administrasi Imigrasi Nasional China menunjukkan, perjalanan keluar warga daratan China pada kuartal ketiga 2026 mencapai 48,51 juta, naik 7,5 persen secara tahunan. Untuk menggarap pasar tersebut, Kemenpar menggelar Familiarization Trip (Famtrip) pada 19-25 Oktober 2026 dengan mengundang tujuh agen perjalanan dan operator tur dari Beijing, Guangzhou, Hangzhou, Nanjing, Shenzhen, dan Shanghai. China Southern Airlines, yang melayani rute langsung Guangzhou-Denpasar, menjadi mitra maskapai resmi kegiatan ini. Di Labuan Bajo, Provinsi Nusa Tenggara Timur, peserta berlayar dengan kapal pinisi menjelajahi Pulau Kelor, Pulau Padar, Pink Beach, dan Pulau Komodo. Mereka juga mengikuti business matching dengan 14 pelaku industri pariwisata Indonesia, mulai dari maskapai, penyedia akomodasi, hingga agen perjalanan, dengan dukungan Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) serta Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai Barat.
Dia menambahkan, pengalaman langsung di lapangan diharapkan menjadi bekal bagi para peserta untuk merancang paket wisata Indonesia yang sesuai dengan preferensi wisatawan Tiongkok