NADIKABAR.COM — Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menilai Festival Adat Erau di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, menjadi salah satu upaya memperkuat pariwisata daerah yang mengandalkan kekayaan budaya sebagai daya tarik utama pemikat wisatawan.

"Festival Adat Erau juga menjadi benteng sekaligus jendela pelestarian warisan leluhur, sekaligus memperkuat daya tarik pariwisata," ujar Asisten Deputi Pengembangan Amenitas dan Aksesibilitas Pariwisata Wilayah Kalimantan Kemenpar, Dwi Marhen Yono saat pembukaan Erau di Tenggarong, Minggu.

Pembukaan Festival Erau Adat Kutai 2026 ini dilakukan melalui prosesi sakral mendirikan Tiang Ayu di Kompleks Keraton Kutai Kartanegara Ing Martadipura alias di Museum Mulawarman, Tenggarong.

"Mengapa banyak orang memilih datang ke Indonesia, bukan ke Malaysia, Vietnam, atau negara lain. Tentu bukan semata karena keindahan pantai atau alam, namun lebih pada alasan budaya," kata Dwi Marhen.