NADIKABAR.COM — Kementerian Perindustrian (Kemenperin) akan membentuk tim nasional (timnas) terkait data center yang rencananya melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga serta Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia.
"Kami akan menyusun timnas data center di mana kementerian/lembaga akan terlibat, yang di dalamnya saya akan usulkan Kadin masuk di dalam timnas ini," ujar Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza di Jakarta, Selasa.
Faisol berharap timnas data center tersebut dapat terbentuk dalam waktu dekat.
"Data center ini penting untuk industri dan pengungkit pertumbuhan ekonomi. Kami juga melihat, mendengar juga laporan dari banyak kementerian/lembaga maupun BUMN bahwa soal energi, kebutuhan listrik, kebutuhan air (data center) ini besar. Masukan dari PLN, kementerian/lembaga yang lain, ini bisa diatur sebaik-baiknya supaya tidak terlalu mengganggu kebutuhan atau pasokan bagi masyarakat. Industri harus mengatur ini," katanya.
Terkait penghentian proyek BDX Data Centers di kawasan Jatiluhur, Jawa Barat Faisol menyampaikan bahwa pihaknya akan mendengar dari berbagai pihak terkait mengenai evaluasinya.
"Saya belum bertemu secara resmi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, tetapi seperti yang kita dengar bahwa kegiatan investasi untuk data center di Jatiluhur itu dihentikan. Tapi lebih jauh nanti mungkin dalam waktu dekat kami akan mengundang Pemerintah Provinsi dan juga beberapa kementerian/lembaga melihat bukan hanya urusan data center di Jatiluhur, tapi di tempat-tempat yang lain juga," katanya,
Ia juga mengatakan bahwa pihaknya telah bertemu dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), dan rencananya akan melakukan pertemuan dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengenai sumber daya air untuk data center.
"Ya pasti, kemarin waktu rapat minggu lalu, kita juga sudah bicara dengan Kementerian ATR/BPN, dan mungkin minggu depan kita akan bicara dengan Kementerian PU terkait sumber daya air," katanya.
Sebagai informasi, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko Infra) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mendorong pembangunan data center yang menjaga keseimbangan lingkungan.
Ia menyampaikan bahwa isu pembangunan atau pengembangan data center memang tidak terelakkan bahwa semakin mengadopsi ekonomi digital, termasuk untuk e-commerce dan berbagai kepentingan lainnya, maka semakin membutuhkan data center di berbagai daerah.
Sebagaimana diketahui setiap data center itu membutuhkan dukungan energi yang luar biasa, listrik, termasuk air bersih yang besar, sehingga memang harus benar-benar dihitung secara cermat.
Tentunya, lanjut dia, ini juga menjadi bagian dari penyusunan tata ruang wilayah. Pemerintah pusat tentu bersama pemerintah daerah. Kalau di kawasan industri juga memang dipersiapkan sebagai satu ekosistem yang tidak terpisahkan satu sama lainnya, dan tentunya saling mendukung satu sama lain.