Lebih lanjut dia menjelaskan, pendidikan sejak usia dini hingga perguruan tinggi selama ini lebih banyak memberi perhatian pada aspek mind, terutama pengetahuan dan kecerdasan atau IQ.

Oleh karena itu, Kemenpora mendorong penguatan karakter agar perkembangan generasi muda tidak hanya diukur dari pencapaian pendidikan. Tiga karakter tersebut dinilai penting untuk membentuk pribadi sekaligus kehidupan sosial pemuda secara berkelanjutan.

Nilai patriotisme berkaitan dengan nasionalisme, pengamalan Pancasila, serta kesadaran membela negara. Kegigihan diarahkan untuk membangun sikap pantang menyerah, ketekunan menempuh pendidikan, dan semangat berusaha ketika menghadapi kesulitan.

Adapun empati berhubungan dengan kemampuan menghargai perbedaan dan menjaga keberagaman.