NADIKABAR.COM — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat penanganan dampak banjir bandang di Kota Padang, Sumatera Barat, yang terjadi pada Sabtu (10/10/2026) akibat meluapnya Sungai Batang Air Dingin. Penanganan tanggap darurat dilakukan dengan memulihkan sejumlah fasilitas umum (fasum), membersihkan kawasan permukiman terdampak, serta memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan penanganan pascabanjir bandang akan dilakukan secara menyeluruh, baik pada infrastruktur fisik maupun aliran sungai. Dody juga menjelaskan bahwa penanganan pascabencana tidak hanya berfokus pada perbaikan infrastruktur yang rusak, tetapi juga memastikan masyarakat kembali mendapatkan layanan dasar.

"Saya telah instruksikan rekan-rekan PU melalui balai terus mendukung pembersihan kawasan terdampak dan memastikan kebutuhan penanganan di lapangan dapat dipenuhi," kata Dody dalam keterangan tertulis, Jumat (16/10/2026).

Melalui Direktorat Jenderal Prasarana Strategis (PS), Kementerian PU telah melakukan survei terhadap 32 titik untuk mengidentifikasi tingkat kerusakan fasilitas umum sekaligus menentukan prioritas penanganan darurat. Hasil pendataan menunjukkan empat masjid, enam musala, dan satu puskesmas pembantu (pustu) terdampak banjir bandang. Sementara itu, tidak ditemukan dampak pada lima puskesmas maupun rumah sakit yang disurvei.