NADIKABAR.COM — Kementerian Sosial bersama Pemerintah Kota Jakarta Pusat menyiapkan lebih dari 4.000 ketua RT untuk menjadi Agen Perlindungan Sosial (Perlinsos) melalui Gerakan Peduli Tetangga. Para ketua RT tersebut akan membantu warga yang kesulitan mengakses layanan digital untuk mendaftar dan memperbarui data bantuan sosial.
Rencana tersebut dibahas Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf (Gus Ipul) bersama Wali Kota Jakarta Pusat ,Arifin di Kantor Kementerian Sosial (Kemesos), Jakarta, Selasa (22/9).
"Tugasnya agen itu adalah membantu orang lain. Nah, membantu itu diharapkan bukan orang jauh, tapi tetangganya dulu. Maka itu namanya Gerakan Peduli Tetangga," kata Gus Ipul dalam keterangannya, Selasa (22/9/2026).
Gus Ipul menjelaskan, pembaruan data kesejahteraan masih menghadapi sejumlah kendala. Ada warga yang belum memiliki smartphone, belum terbiasa menggunakan layanan digital, atau tidak berani mendaftar sendiri karena khawatir keliru.
Melalui Gerakan Peduli Tetangga, warga yang memiliki Identitas Kependudukan Digital (IKD) dan mampu menggunakan teknologi dapat menjadi Agen Perlinsos untuk mendampingi warga lain. Gus Ipul ingin gerakan ini dimulai dari Jakarta Pusat sebelum diperluas ke wilayah lain.
"Karena namanya juga tetangga, kan dimulai dari RT masing-masing dulu," ujarnya.
Wali Kota Jakarta Pusat Arifin menyambut rencana tersebut. Menurutnya, perangkat kelurahan selama ini kerap menerima keluhan warga yang merasa masih memenuhi kriteria penerima bansos, tetapi tidak lagi tercatat sebagai penerima.
"Lurah-lurah ini adalah garda terdepan pelayanan pemerintah yang sering kali menerima keluhan warga masyarakat," kata Arifin.
Arifin menyarankan agar sosialisasi kepada para ketua RT dilakukan secara bertahap di wilayah masing-masing. Dengan begitu, mereka dapat memahami cara mendampingi warga sebelum terjun ke lapangan.