Tidak hanya menghadirkan layanan sosial dan kesehatan, booth Ditjen Rehabilitasi Sosial juga menampilkan berbagai produk hasil karya penerima manfaat ATENSI. Produk yang dipamerkan meliputi kopi, batik ciprat, aneka produk kuliner seperti bawang goreng, keripik pisang, makaroni crispy, sambal ikan tuna, roti, marning jagung, telur asin, serta aneka produk pangan lainnya.
Pameran ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan hasil karya penerima manfaat kepada masyarakat sekaligus membuka peluang pemasaran yang lebih luas. Produk-produk tersebut menunjukkan potensi penerima manfaat dalam mengembangkan keterampilan, membangun usaha, dan meningkatkan kemandirian ekonomi.
Partisipasi Ditjen Rehabilitasi Sosial dalam rangkaian peringatan satu tahun Sekolah Rakyat ini menjadi bagian dari upaya Kemensos mendekatkan layanan rehabilitasi sosial kepada masyarakat. Melalui layanan langsung dan promosi produk penerima manfaat, Kemensos mendorong agar pelayanan sosial tidak hanya menjawab kebutuhan masyarakat, tetapi juga mendukung penguatan kapasitas dan kemandirian penerima manfaat.