Mekanisme pertemuan ini mencakup penilaian berbagai ruang lingkup program kelanjutusiaan, antara lain perlindungan sosial dan pensiun, pelayanan kesehatan, perawatan jangka panjang (long-term care), kesehatan mental dan demensia, dukungan bagi caregiver, ketenagakerjaan, aksesibilitas, transportasi, literasi digital, hingga perlindungan dari kekerasan dan penelantaran.

Kemensos menekankan pentingnya ketersediaan data terpilah berdasarkan kelompok usia, jenis kelamin, disabilitas, hingga wilayah geografis agar respons nasional Indonesia akurat dan berbasis bukti.

"Kualitas respons nasional Indonesia sangat ditentukan oleh ketepatan data, bukti pelaksanaan, dan kejelasan kesenjangan yang berhasil kita identifikasi. Hasil konsolidasi ini tidak hanya menjadi bahan laporan di tingkat Asia-Pasifik dan internasional, tetapi juga menjadi bahan evaluasi internal untuk memperkuat kebijakan pembangunan kelanjutusiaan di dalam negeri," tutupnya.