Dia mengungkapkan pada awal berjalannya program, operasional di Sekolah Rakyat sempat memanfaatkan tenaga pendamping dari pilar-pilar sosial dan pendamping keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH).
Namun, seiring berjalannya waktu, rekrutmen formasi resmi dilakukan secara terbuka dan transparan sebagaimana aparatur sipil negara berstatus PNS/PPPK.
"Untuk Sekolah Rakyat sementara memang menggunakan bantuan dari SDM Kementerian Sosial, apakah itu pendamping PKH (Program Keluarga Harapan) atau pilar-pilar sosial yang lain. Namun, di luar itu kita lakukan seleksi. Ketika hasil seleksi selesai, SDM-nya sudah ada, maka yang diperbantukan di situ ditarik mundur," ujarnya.
Bahkan selain tenaga pendidik dan pengasuh, Mensos menyebutkan bahwa pemenuhan elemen pendukung lainnya seperti tenaga keamanan, juru masak, hingga petugas kebersihan juga terus dilengkapi secara bertahap demi memastikan seluruh fasilitas sekolah dapat berfungsi secara optimal.