Ratusan pendaftar ini tersebar di 37 provinsi seluruh Indonesia. Adapun rincian lengkap sebaran lokasi asal pendaftar meliputi:
Jawa Barat ( 142 pendaftar).DKI Jakarta (96 pendaftar).Jawa Timur (71 pendaftar).Jawa Tengah (69 pendaftar).Sumatera Utara (47 pendaftar).Banten (44 pendaftar).Nusa Tenggara Timur (26 pendaftar).Daerah Istimewa Yogyakarta (25 pendaftar).Sumatera Selatan (22 pendaftar).Sumatera Barat (21 pendaftar).Aceh (21 pendaftar).Lampung (20 pendaftar).Sulawesi Selatan (18 pendaftar).Riau (12 pendaftar).Sulawesi Tenggara (9 pendaftar).Kalimantan Timur (8 pendaftar).Nusa Tenggara Barat (7 pendaftar).Kalimantan Barat (7 pendaftar).Bengkulu (7 pendaftar).Kalimantan Selatan (7 pendaftar).Kepulauan Bangka Belitung (5 pendaftar).Papua Pegunungan (5 pendaftar).Papua Tengah (4 pendaftar).Kalimantan Tengah (4 pendaftar).Papua (4 pendaftar).Sulawesi Barat (4 pendaftar).Kepulauan Riau (4 pendaftar).Sulawesi Utara (3 pendaftar).Papua Barat Daya (3 pendaftar).Maluku Utara (3 pendaftar).Maluku (2 pendaftar).Kalimantan Utara (2 pendaftar).Jambi (2 pendaftar).Sulawesi Tengah (2 pendaftar).Papua Barat (2 pendaftar).Bali (2 pendaftar).Gorontalo (2 pendaftar).
Tahapan selanjutnya akan difokuskan pada proses seleksi administrasi seluruh berkas pelamar. Hasil verifikasi kelengkapan dokumen ini dijadwalkan akan diumumkan kepada publik pada Senin, 28 September 2026.
Panitia seleksi turut mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat dalam proses penjaringan ini. Partisipasi aktif ini dinilai menjadi wujud komitmen bersama demi meningkatkan kesejahteraan serta pemenuhan hak keluarga besar penyandang disabilitas di Indonesia.