NADIKABAR.COM — Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong perluasan ekspor produk kesehatan hewan Indonesia ke pasar global setelah vaksin hewan produksi dalam negeri diekspor perdana ke empat negara Afrika dengan nilai mencapai 21,3 juta dolar AS.
"Ini merupakan pencapaian yang luar biasa dan Kementerian Pertanian tentu mendukung dan mengapresiasi upaya perluasan ekspor. Kita harus bisa bukan hanya memproduksi produk untuk kepentingan di dalam negeri tetapi juga bisa kita ekspor," ujar Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Agung Suganda saat pelepasan ekspor perdana vaksin hewan di Jakarta, Kamis.
Ekspor perdana tersebut menyasar Zambia, Kongo, Uganda, dan Malawi dengan mengirimkan 10 produk vaksin unggas untuk membantu pengendalian berbagai penyakit yang dapat mengganggu produktivitas peternakan.
Produk yang diekspor antara lain vaksin untuk penyakit Newcastle disease (ND), infectious bronchitis (IB), dan infectious bursal disease (IBD), serta sejumlah penyakit unggas lainnya.