Program tersebut melibatkan Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Surabaya.
"Saat ini, kelompok tani calon penerima masih melengkapi persyaratan administrasi sebelum pelaksanaan kegiatan," ujarnya.
Ia menjelaskan, peremajaan diperlukan karena sebagian tanaman jambu mete di Dompu telah berusia tua sehingga produktivitasnya menurun. Gangguan penyakit dan terbatasnya peremajaan juga menjadi tantangan dalam mempertahankan hasil panen petani.
Jambu mete sebelumnya menjadi salah satu komoditas perkebunan andalan Dompu, terutama di sejumlah kawasan transmigrasi. Namun, penurunan produktivitas kebun membuat pengembangan komoditas tersebut membutuhkan pembaruan tanaman dan perbaikan pengelolaan.
Di sisi lain, sebagian petani beralih menanam komoditas musiman, termasuk jagung, yang dapat memberikan hasil dalam waktu relatif lebih singkat. Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi keberlanjutan usaha perkebunan jambu mete yang membutuhkan waktu hingga tanaman kembali menghasilkan.