Vaksinasi menjadi bagian dari langkah pencegahan untuk meningkatkan perlindungan ternak dan mengurangi risiko kejadian serupa.
Hendra mengingatkan masyarakat agar tidak menyembelih, mengolah, membagikan, ataupun mengonsumsi ternak yang sakit atau mati mendadak.
Menurut dia, pelaporan yang cepat akan membantu petugas melakukan pemeriksaan dan penanganan lebih awal.
βApabila ada ternak yang sakit atau mati mendadak, sebaiknya tidak disembelih atau dikonsumsi. Segera laporkan kepada petugas kesehatan hewan agar dapat diperiksa dan ditangani sesuai prosedur,β ujar Hendra.
Ia menambahkan, keterbukaan masyarakat dalam menyampaikan informasi sangat membantu upaya pengendalian di lapangan.
Kementan juga mengimbau masyarakat untuk mengikuti arahan petugas kesehatan hewan serta berkonsultasi terlebih dahulu apabila akan melakukan lalu lintas ternak dari wilayah yang sedang dalam pemantauan.
Pengawasan, vaksinasi, pemeriksaan laboratorium, dan komunikasi kepada masyarakat akan terus dilakukan bersama pemerintah daerah sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan ternak sekaligus melindungi masyarakat.
Kementan melalui Balai Besar Veteriner (BBV) Wates turut melakukan investigasi lapangan serta mengambil sampel tanah dan swab untuk mendukung peneguhan diagnosis. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan beberapa sampel positif bakteri Bacillus anthracis.
Kepala BBV Wates Nur Saptahidhayat mengatakan pemeriksaan laboratorium memiliki peran penting dalam memberikan kepastian diagnosis sehingga langkah penanganan di lapangan dapat dilakukan secara lebih cepat dan tepat.