NADIKABAR.COM — Kementerian Pertanian (Kementan) mengalokasikan program peremajaan dan perluasan tanaman tebu rakyat seluas 1.463 hektare di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, guna meningkatkan produktivitas perkebunan dan memperkuat pasokan bahan baku industri gula.
Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Dompu Syahrul Ramadhan mengatakan program melalui Direktorat Jenderal Perkebunan Kementan tersebut terdiri atas bongkar ratoon (peremajaan) seluas 700 hektare dan perluasan areal tanam 763 hektare.
"Program bongkar ratoon dan perluasan tanaman tebu rakyat ini sedang kami fasilitasi agar petani dan kelompok tani memenuhi persyaratan yang diminta kementerian," katanya saat dihubungi dari Dompu, Sabtu.
Ia menjelaskan pemerintah daerah tengah mendampingi kelompok tani calon penerima untuk melengkapi persyaratan administrasi, termasuk pembukaan rekening kelompok sebelum bantuan disalurkan.
Menurut dia, dukungan pemerintah tidak hanya berupa benih tebu, tetapi juga pupuk nonsubsidi dan bantuan biaya tenaga kerja berdasarkan perhitungan Hari Orang Kerja (HOK) untuk menunjang kegiatan budi daya.
Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Dompu Assyadat menjelaskan program bongkar ratoon menyasar 25 kelompok tani di Desa Sorinomo, Nangakara, dan Beringin Jaya, Kecamatan Pekat.
Peremajaan tersebut dilakukan dengan mengganti tanaman tebu yang telah mengalami penurunan produktivitas menggunakan benih baru agar hasil panen pada musim berikutnya dapat meningkat.
Sementara itu, program perluasan areal tanam seluas 763 hektare menyasar 22 kelompok tani, terdiri atas 18 kelompok di Kecamatan Pekat dan empat kelompok di Kecamatan Woja.