Kementerian ESDM pada September juga telah melaksanakan uji coba penggunaan CNG tiga kg secara terbatas kepada pengguna di lingkungan Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas), termasuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Laode juga menyampaikan salah satu hasil evaluasi awal penggunaan CNG menunjukkan perlunya kendaraan dengan bak tertutup untuk pengangkutan tabung sebagai bagian dari aspek keselamatan distribusi.

Aspek keselamatan menjadi perhatian karena tekanan CNG mencapai sekitar 200-250 bar, jauh lebih tinggi dibandingkan tekanan LPG yang berkisar 5-10 bar, sehingga desain tabung dan sistem distribusinya memerlukan pengujian khusus.

Pengembangan CNG merupakan salah satu upaya pemerintah menyediakan alternatif LPG tiga kg dengan memanfaatkan sumber gas bumi domestik, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor energi.

Berdasarkan Laporan Kinerja Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Tahun 2025, impor LPG Indonesia tercatat sekitar 7,49 juta ton, sedangkan produksi dalam negeri mencapai 1,92 juta ton dengan penjualan nasional sebesar 9,24 juta ton.

Meski demikian, Laode belum menyampaikan tanggal pasti peluncuran CNG tiga kg, jumlah tabung yang akan disalurkan pada tahap awal, maupun harga jual dan mekanisme distribusinya kepada masyarakat.