Kegempaan Gunung Lokon didominasi gempa vulkanik dangkal (VB) sedangkan gempa vulkanik dalam (VA) jarang terekam, aktivitas vulkanik berdasarkan data visual dan seismik belum menunjukkan adanya peningkatan.
Dari data RSAM, energi tampak pada 24 Agustus 2026 polanya naik hingga 15 September 2026, kenaikan ini berasal dari gempa permukaan.
Potensi ancaman bahaya aktivitas Gunung Lokon untuk saat ini adalah kemungkinan terjadinya gas beracun yang sewaktu-waktu dapat keluar dari kawah, juga dapat terjadinya erupsi freatik secara tiba-tiba.
Masyarakat yang berada di sekitar alur sungai yang berhulu dari puncak Gunung Lokon mewaspadai terjadinya lahar pada musim penghujan atau terjadinya hujan deras dengan durasi lama.