NADIKABAR.COM — Kementerian Pariwisata mendorong pengembangan kegiatan "Camino de Flores: The Sacred Journey of Flores" di Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur, menjadi produk layanan wisata berbasis pengalaman.
Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata Ni Made Ayu Marthini dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa, menyampaikan bahwa penyelenggaraan "Camino de Flores" sejalan dengan kampanye "Go Beyond Ordinary" untuk memperkenalkan keanekaragaman budaya Indonesia.
Perjalanan wisata yang mencakup kegiatan kebugaran dan kesejahteraan itu, menurut dia, bisa dikembangkan menjadi acara berkala dan produk layanan wisata yang menawarkan pengalaman bermakna bagi wisatawan.
"Yang dicari oleh wisatawan sekarang adalah pengalaman," kata Made.