NADIKABAR.COM β€” Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) memperkuat sinergi percepatan realisasi rumah subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah atau MBR, karena hingga saat ini realisasi rumah subsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) di tahun 2026 baru mencapai sekitar 154 ribu unit dari target 350 ribu unit.

Menurut Menteri PKP Maruarar Sirait atau disapa Ara, capaian tersebut perlu terus didorong mengingat waktu yang tersisa hingga akhir tahun hanya sekitar tiga bulan. Karena itu, ia meminta BP Tapera menyampaikan secara transparan kesiapan, target, dan realisasi penyaluran FLPP, sekaligus meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat agar akses terhadap program rumah subsidi semakin luas.

β€œYang saya minta kepada BP Tapera, kesiapan, target, dan realisasinya disampaikan secara transparan. Sosialisasi juga harus ditingkatkan,” kata Ara dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

Dirinya juga mengingatkan bahwa meskipun realisasi rumah subsidi pada tahun lalu menjadi yang tertinggi, capaian tersebut masih belum memenuhi kuota sebesar 350 ribu unit.