Dia menjelaskan bahwa Jawa Barat memiliki penduduk hampir 50 juta jiwa, kabupaten paling besar sehingga otomatis memiliki rumah tidak layak huninya (RTLH) yang juga paling banyak.

"Kebetulan kemarin saya rapat di Kabupaten Bogor, ternyata di Jawa Barat yang paling tinggi penduduknya itu di Kabupaten Bogor, RTLH yang paling banyak itu di Kabupaten Bogor. Jadi Kabupaten Bogor itu saja ada 10.000 RTLH di sana. Tapi Alhamdulillah saya lihat juga berapa lokasi sudah banyak selesai. Ya Alhamdulillah akhir Oktober ini sudah bisa pencairan semua," katanya.

Sebagai informasi, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengupayakan agar Program Bedah Rumah disertai pemberdayaan ekonomi masyarakat lewat dukungan usaha dan penyelesaian persoalan sertifikasi tanah.

Ia menjelaskan program tersebut merupakan bagian dari program strategis Presiden Prabowo Subianto, yakni pembangunan dan renovasi tiga juta rumah.