NADIKABAR.COM — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyalurkan 104.000 liter air bersih kepada masyarakat terdampak kekeringan di Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) selama periode 1 Oktober hingga 3 November 2026 melalui 22 titik distribusi yang tersebar di delapan kelurahan.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan pemenuhan kebutuhan air bersih menjadi prioritas dalam penanganan dampak kekeringan, terutama bagi masyarakat yang mengalami keterbatasan akses air.
“Kami tidak ingin masyarakat harus menunggu sampai kondisi semakin sulit untuk mendapatkan air. Penanganan di lapangan harus cepat, tepat sasaran, dan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing wilayah,” kata Dody dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis.
Kekeringan di Samarinda dipengaruhi fenomena El Nino yang menyebabkan berkurangnya ketersediaan air baku, termasuk mengeringnya Bendungan Lempake. Selain itu, intrusi air laut turut berdampak pada terganggunya pelayanan air bersih di sejumlah wilayah.