Dody mengatakan ketersediaan mobil tangki air saat ini masih terbatas, sehingga distribusi di lapangan juga dilakukan melalui kerja sama dengan pemerintah daerah.

β€œKita kekurangan mobil tangki air, tapi biasanya kita kerja sama dengan pemda. Jadi sementara waktu kita menggunakan mobil-mobil tangki air, keliling,” ujarnya.

Ia menjelaskan penanganan kebutuhan air masyarakat terutama berada di Direktorat Jenderal Cipta Karya, sedangkan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) turut dibutuhkan apabila penanganan memerlukan sumber air yang lebih dalam.

Menurut Dody, kebutuhan sumur dalam dengan kedalaman lebih dari 50 meter memerlukan dukungan Ditjen SDA sehingga kedua unit tersebut perlu saling melengkapi dalam penanganan kekeringan.

Kementerian PU juga tengah mengkaji solusi jangka panjang untuk penanganan kekeringan di kawasan permukiman dan pertanian serta dukungan terhadap penanganan kebakaran hutan dan lahan.

Dody mengatakan kajian tersebut diharapkan dapat selesai tahun ini bersamaan dengan pengadaan sejumlah tambahan IPA bergerak.