Longsor dipicu hujan berintensitas tinggi yang terjadi pada 9–11 Oktober 2026 dan berdampak pada ruas jalan Tapan–Batas Jambi sepanjang 16,2 kilometer. Berdasarkan laporan penanganan bencana BPJN Sumbar, terdapat 14 titik longsoran, terdiri atas dua titik longsor di bawah badan jalan dan 12 titik longsor pada lereng di atas badan jalan.

Sejumlah titik mengalami kerusakan dengan tingkat risiko tinggi. Pada KM 219+100, badan jalan mengalami longsor hingga setengah bagian sehingga berisiko sangat tinggi mengalami amblas. Sementara itu, titik KM 231+650 juga masuk kategori berisiko tinggi dan memerlukan penanganan lebih lanjut.

Selain itu, longsoran besar dari lereng atas menutup akses di 10 titik, sedangkan dua titik lainnya mengalami longsoran kecil yang menutup setengah badan jalan.

Kondisi tersebut membuat pembersihan dan pengamanan harus dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi lapangan serta tingkat risiko di setiap lokasi.