Bendungan Pelosika juga dirancang untuk mengurangi risiko banjir dari 19.330 hektare menjadi 6.301 hektare di wilayah Kabupaten Konawe yang mencakup 10 kecamatan, yakni Kecamatan Asinua, Abuki, Lambuya, Uepai, Unaaha, Konawe, Anggaberi, Wawotobi, Wonggeduku, dan Pondidaha.
Keberadaan bendungan ini diharapkan juga dapat mendukung pengembangan energi melalui Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) berkapasitas 40 MW dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebesar 261,12 MW.
Adapun kebutuhan anggaran pembangunan Bendungan Pelosika mencapai sekitar Rp9,8 triliun. Secara teknis, bendungan ini menggunakan tipe urugan inti clay dengan tinggi 63 meter, elevasi puncak bendungan 121 meter, panjang puncak total 404,26 meter, dan lebar puncak 15 meter.
Untuk mendukung keamanan bendungan, desain Pelosika dilengkapi pelimpah utama tipe ogee serta pelimpah darurat tipe broad-crest.
Kehadiran Bendungan Pelosika merupakan bagian penting dari upaya Kementerian PU dalam memperkuat infrastruktur sumber daya air di Sulawesi Tenggara, khususnya untuk mendukung ketahanan pangan, ketahanan air, pengendalian banjir, dan pemanfaatan energi secara berkelanjutan.