NADIKABAR.COM — Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) meningkatkan lokasi infrastruktur berbasis masyarakat program percepatan peningkatan tata guna air irigasi (P3-TGAI) pada 2027 menjadi 13.296 titik.
"Sesuai yang disampaikan Bapak Menteri PU, infrastruktur berbasis masyarakat kami yaitu P3-TGAI diprogramkan meningkat dari tahun anggaran 2026 dari 12.000 lokasi menjadi 13.296 lokasi, atau naik sebesar 1.296 lokasi," ujar Direktur Jenderal Sumber Daya Air Arnold AP Ritiauw dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi V DPR RI di Jakarta, Selasa.
Program P3-TGAI merupakan kegiatan padat karya yang bertujuan meningkatkan layanan irigasi pertanian melalui rehabilitasi, peningkatan, dan pembangunan jaringan irigasi secara partisipatif dengan melibatkan masyarakat petani sebagai pelaku utama.
Melalui pendekatan tersebut, program ini tidak hanya menghasilkan infrastruktur yang lebih baik, tetapi juga memperkuat kapasitas dan kemandirian kelembagaan petani dalam mengelola jaringan irigasi.
Kegiatan yang dilaksanakan meliputi rehabilitasi, peningkatan, dan pembangunan jaringan irigasi kecil dengan luas layanan kurang dari 150 hektare, jaringan irigasi tersier, maupun irigasi desa.
Infrastruktur yang dibangun diharapkan mampu meningkatkan keandalan layanan air irigasi, termasuk pada musim kemarau, sehingga mendukung peningkatan produksi pertanian dan efisiensi usaha tani.
Melalui program P3-TGAI 2026, Kementerian PU tidak hanya membangun infrastruktur irigasi, tetapi juga memperkuat kolaborasi dengan masyarakat dalam menjaga ketahanan pangan dari tingkat desa.
Sebelumnya, Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan penguatan infrastruktur irigasi merupakan salah satu fondasi utama dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional.
Infrastruktur irigasi yang andal akan memberikan kepastian pasokan air bagi petani sehingga produktivitas pertanian dapat terus meningkat.
Dody mengatakan, program IBM (infrastruktur berbasis masyarakat) memiliki multiplier effect yang besar. Selain menghasilkan infrastruktur, juga memberikan penghasilan langsung kepada masyarakat melalui skema padat karya, sehingga mampu menggerakkan ekonomi lokal.
Program padat karya ini melibatkan masyarakat petani secara langsung dalam pembangunan dan pengelolaan jaringan irigasi sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.