NADIKABAR.COM β Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) membuka akses pasar bagi usaha mikro di Aceh melalui kemitraan dengan jaringan ritel modern dalam Program Kemudahan Usaha Mikro untuk Bermitra (Kumitra).
Asisten Deputi Kemitraan dan Rantai Pasok Usaha Mikro Kementerian UMKM Pristiyanto mengatakan akses pasar menjadi salah satu kebutuhan utama bagi usaha mikro, terutama yang tengah memulihkan kegiatan usaha setelah terdampak bencana.
βProgram Kumitra hadir sebagai solusi konkret untuk membuka akses pasar yang masih menjadi tantangan bagi para pengusaha mikro,β kata Pristiyanto dikutip dari keterangan pers di Jakarta, Kamis.
Menurut dia, melalui temu bisnis Kumitra, sebanyak 25 usaha mikro terpilih di Aceh memperoleh peluang untuk memperluas pemasaran produk melalui jaringan ritel modern dan rantai pasok industri.
Temu bisnis tersebut menghasilkan komitmen awal kemitraan dalam bentuk Letter of Intent (LOI) dengan potensi nilai transaksi mencapai Rp2,54 miliar.
Sejumlah mitra ritel yang terlibat antara lain Suzuya Group, Alfamart, Indomaret, Simpang Lima, Aroma, dan Pusaka Souvenir Gallery.
Pristiyanto mengatakan para pelaku usaha sebelumnya mengikuti proses kurasi dan presentasi bisnis secara daring sebelum mempresentasikan produknya secara langsung kepada calon mitra.
Ia menambahkan selain membuka peluang pemasaran, kegiatan tersebut memberikan pemahaman kepada pelaku usaha mengenai persyaratan untuk masuk ke rantai pasok yang lebih luas, seperti standardisasi mutu, izin edar, higienitas kemasan, dan kemampuan menjaga kontinuitas pasokan.
Program tersebut merupakan bagian dari layanan Klinik UMKM Bangkit Aceh yang dilaksanakan Kementerian UMKM bersama Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Aceh serta Asosiasi Profesi Pendamping Entrepreneur Indonesia (ASPPENDO).
Kementerian UMKM mencatat temu bisnis Kumitra telah dilaksanakan di empat daerah, yakni Bali, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kabupaten Tangerang, dan Aceh, dengan total potensi transaksi berdasarkan LOI mencapai Rp13,74 miliar.
Selanjutnya, Pristiyanto mengatakan Kementerian UMKM akan memperluas jaringan kemitraan usaha mikro ke sektor perhotelan dan pariwisata melalui sinergi dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI).
Produk makanan olahan, minuman, cenderamata, dan kriya khas Aceh diarahkan untuk memiliki peluang masuk dalam pengadaan kebutuhan operasional hotel serta ekosistem destinasi wisata.