NADIKABAR.COM — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memuji peran PT Bank Sumut (Perseroda) dalam mendukung pemulihan usaha masyarakat pasca-bencana di Sumatera Utara (Sumut).
Asisten Deputi Ekosistem Bisnis Wirausaha Kementerian UMKM, Ginda P Siregar mengatakan pemulihan usaha pasca-bencana membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, termasuk akses pembiayaan yang mudah dan terjangkau.
"Bank Sumut kita apresiasi atas perannya mendukung pemulihan dan penguatan kapasitas pelaku UMKM di Sumatera Utara," kata Ginda setelah membuka Peningkatan Kapasitas Usaha bagi Wirausaha Terdampak Bencana Regional 1 Sumatera Utara dalam keterangan tertulis di Medan, Sumatera Utara, Ahad.
Program ini, lanjut Ginda, menjadi bagian atas upaya pemerintah dalam mempercepat pemulihan ekonomi pasca-bencana yang berdampak terhadap sejumlah wilayah di Sumatera.
Pelaku usaha menghadapi berbagai tantangan mulai dari kerusakan sarana produksi, kehilangan bahan baku, persediaan, terganggunya distribusi, keterbatasan akses pasar dan modal usaha.
Peningkatan Kapasitas Usaha bagi Wirausaha Terdampak Bencana Regional 1 Sumatera Utara bertema “Bangkitkan Usaha, Perkuat Produk, Perluas Pembiayaan” diikuti oleh 607 wirausaha dari delapan kabupaten/kota di Sumut, yakni Medan, Langkat, Binjai, Tebing Tinggi, Deli Serdang, Batu Bara, Asahan, dan Serdang Bedagai di Medan, Sumatera Utara, Jumat (23/10).
"Kami menekankan bahwa pemulihan UMKM pasca-bencana tidak sekadar mengembalikan kegiatan produksi seperti semula," kata Ginda.
Namun, lanjutnya, pemulihan harus mampu mengembalikan pendapatan keluarga, menjaga keberlangsungan lapangan pekerjaan, serta menghidupkan kembali aktivitas ekonomi masyarakat.
"Karena itu, dibutuhkan dukungan konkret, tepat sasaran dan berkelanjutan melalui peningkatan kemampuan pengelolaan usaha, produktivitas, akses pasar, dan pembiayaan," kata Ginda.
Pimpinan Departemen Divisi Kredit Konsumer Bank Sumut Ahmad Abdullah mengatakan Bank Sumut mendorong pelaku UMKM bangkit dan naik kelas di wilayah terdampak bencana.
"Sejalan upaya memperluas akses pembiayaan bagi pelaku UMKM, Bank Sumut menghadirkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan skema subsidi bunga 0 persen sebagai bentuk dukungan nyata bagi pengembangan usaha masyarakat," katanya.
Melalui program tersebut, lanjut dia, pelaku usaha yang memenuhi persyaratan dapat memperoleh akses pembiayaan dengan beban bunga yang disubsidi hingga 0 persen, sehingga memberikan ruang yang lebih besar bagi UMKM di Sumatera Utara untuk mengembangkan modal usaha, meningkatkan kapasitas produksi, dan memperluas kegiatan usahanya.
"Kehadiran KUR 0 persen jadi bagian dari komitmen Bank Sumut menghadirkan pembiayaan yang lebih mudah, terjangkau dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," tutur Ahmad.
Program ini sekaligus memperkuat peran Bank Sumut sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan UMKM di Sumatera Utara dan mempercepat pemulihan ekonomi daerah.
"Melalui dukungan pembiayaan ini, Bank Sumut terus mendorong UMKM agar tidak berhenti pada tahap pemulihan, tetapi juga dapat melangkah menuju pertumbuhan usaha yang lebih kuat," tegas Ahmad.