NADIKABAR.COM — Kementerian Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Republik Indonesia menyiapkan 190 pelaku UMKM di Sumatera Barat (Sumbar) yang terdampak bencana hidrometeorologi pada akhir 2025 untuk mengikuti "business matching" guna memperluas akses pasar dan jaringan usaha.

"Kami berharap melalui program ini UMKM tidak hanya pulih, tetapi juga mampu memperluas jaringan usaha, meningkatkan omzet dan memperoleh akses pasar yang lebih luas dan berkelanjutan," kata Kepala Bidang Rantai Pasok Usaha Menengah Kementerian UMKM RI Astri Harny Tresnasari di Parik Malintang Kabupaten Padang Pariaman, Sumbar, Selasa.

Hal tersebut ia sampaikan saat pembukaan Pra-Business Matching dan Pembekalan Program Pemulihan UMKM Terdampak Bencana di Sumbar yang diselenggarakan oleh Kementerian UMKM di Padang Pariaman.

Ia menyatakan setelah pembekalan tersebut rangkaian kegiatan akan berlanjut pada pelaksanaan Business Matching yang dijadwalkan berlangsung pada 4 hingga 5 November 2026.

Ia mengemukakan pada tahap tersebut pelaku UMKM dipertemukan secara langsung dengan calon pembeli, mitra usaha, BUMN, asosiasi dan pelaku usaha potensial lainnya.