“Kolaborasi antarkementerian sangat penting. Kementerian Pertanian sudah membantu bibit dan sarana pertanian, kemudian Kementerian Transmigrasi mengupayakan Rumah Kopi. Kita berharap hasil produksi petani tidak hanya berhenti pada penanaman, tetapi berlanjut sampai pengolahan, peningkatan kualitas, dan pemasaran hingga ekspor," kata Haili Yoga.

Ia juga menyoroti potensi keterlibatan generasi muda dalam pengembangan kopi Aceh Tengah. Dengan dukungan teknologi, pendampingan, dan fasilitas yang memadai, anak muda diharapkan mampu menghasilkan produk kopi berkualitas konsisten sekaligus membuka peluang usaha dan lapangan kerja di kawasan transmigrasi.

Selain Rumah Kopi, pertemuan tersebut turut membahas kebutuhan pembangunan pasar rakyat di kawasan transmigrasi Ketapang Nusantara, Kecamatan Jagong Jeget, menyusul musibah kebakaran yang berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah berharap koordinasi ini dapat ditindaklanjuti melalui program dan dukungan anggaran yang terukur sehingga potensi kopi serta aktivitas ekonomi masyarakat kawasan transmigrasi semakin berkembang.

Direktorat Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi Kementerian Transmigrasi RI, Nirwan Ahmad Helmi mengatakan pihaknya akan mengupayakan pembangunan Rumah Kopi di Jagong Jeget pada 2027.

“Fasilitas tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas kopi Aceh Tengah, memperkuat proses pengolahan, serta mendorong produk kopi lokal memenuhi standar pasar internasional dan ekspor,’ katanya.