Pihaknya berharap dengan pembangunan Rumah Kopi di Jagong Jeget nantinya, kualitas kopi dari kawasan transmigrasi Ketapang Nusantara semakin baik, memiliki standar yang berorientasi ekspor, dan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat.
Pembangunan Rumah Kopi tersebut direncanakan dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp2 miliar, terdiri atas Rp1,5 miliar untuk pembangunan fisik dan Rp500 juta untuk pengadaan peralatan pengolahan kopi.
Terkait pembangunan pasar, Nirwan menjelaskan bahwa Kementerian Transmigrasi akan melihat kemampuan anggaran yang tersedia. Apabila terdapat keterbatasan anggaran, pihaknya akan menjajaki koordinasi dengan Kementerian Perdagangan maupun kemungkinan dukungan pihak ketiga untuk membantu memenuhi kebutuhan pembangunan pasar tersebut.
Ia menambahkan pasar rakyat dinilai penting sebagai pusat aktivitas perdagangan masyarakat, sedangkan Rumah Kopi diharapkan menjadi sarana pengembangan komoditas unggulan.
"Kedua kebutuhan itu diharapkan dapat saling mendukung dalam mempercepat pemulihan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kawasan transmigrasi Jagong Jeget," katanya.
Dalam pertemuan tersebut, Nirwan Ahmad Helmi turut didampingi Direktur Pengembangan Produk Unggulan Transmigrasi, Sofyan Hanafi.