Ia juga mengharapkan TEP dapat berjalan secara berkesinambungan untuk memperkuat kolaborasi dan alih pengetahuan serta menghadirkan sumber daya manusia dengan ilmu dan inovasi yang dapat mempercepat transformasi transmigrasi.
“Di lapangan membuktikan ketika ada manusia-manusia unggul di kawasan transmigrasi, di sana ada transfer ilmu pengetahuan, semangat, energi, inovasi, kreasi, dan memberikan nilai yang berbeda dari sebelumnya,” ucap Viva.
53 kawasan penugasan TEP 2026 merupakan bagian dari 154 kawasan transmigrasi yang telah dikunjungi dan dipetakan melalui TEP 2025.
Program pada 2026 diarahkan tidak hanya pada riset dan pemetaan potensi ekonomi, tetapi juga tindak lanjut dan aksi nyata di kawasan transmigrasi.
Viva juga menyatakan TEP 2026 diarahkan untuk menindaklanjuti rekomendasi TEP 2025, antara lain melalui pekerjaan teknis dan praktis, pengembangan inovasi, serta penguatan sistem pengelolaan potensi ekonomi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.
Kementrans mencatat pelaksanaan TEP sebelumnya telah menghasilkan sekitar 400 keluaran yang kemudian diarahkan untuk ditindaklanjuti menjadi aksi nyata, mulai dari perencanaan hingga implementasi di kawasan transmigrasi.