Salah satu skema yang dikembangkan adalah Holding UMKM. Program tersebut dirancang sebagai ekosistem kemitraan bisnis berbasis klaster dengan menempatkan usaha menengah sebagai anchor yang menghubungkan usaha mikro dan kecil dengan rantai pasok yang lebih luas.
“Usaha menengah di tengah menjadi anchor-nya, agar mikro dan kecil terhubung dengan rantai pasoknya,” kata Bagus.
Bagus menjelaskan pendekatan berbasis klaster diperlukan agar UMKM tidak berjalan sendiri-sendiri. Melalui skema tersebut, pelaku usaha dapat terhubung dengan agregator, inkubator, akses pemasaran, serta pembiayaan sesuai kebutuhan pengembangan bisnisnya.
Selain kemitraan, akses pembiayaan juga menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong peningkatan skala usaha.