"Sekarang ya boro-boro, paling Rp 100.000, Rp 50.000, udah untung-untung banget gitu," ujarnya.

Masril mengaku tak punya pilihan lain selain berjualan batu akik untuk menyambung hidup. Meski dalam kondisi sepi pembeli, Masril bersyukur masih diberi kesehatan untuk berjualan.

"Mau ngelamar ke sini sana kita udah tua, umur udah lanjut," ujarnya.