NADIKABAR.COM — Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Yvonne Mewengkang, menanggapi soal pesan WhatsApp dari WNI yang mengaku jadi tentara di Rusia. Yvonne tak menjelaskan bentuk pesan yang dimaksud, tetapi Kemlu tengah berkoordinasi dengan KBRI Moskow hingga Kyiv untuk penelusuran lebih dalam.

"Kementerian Luar Negeri melalui koordinasi dengan KBRI Moskow, KBRI Kyiv dan kementerian atau lembaga terkait terus melakukan penelusuran dan verifikasi secara komprehensif terkait dugaan keterlibatan sejumlah WNI dalam angkatan bersenjata Rusia," kata Yvonne kepada wartawan, Sabtu (18/9/2026).

Yvonne mengatakan pihaknya tengah mencari informasi lebih lanjut terkait WNI yang menjadi tentara Rusia tersebut. Ia menyinggung soal ketentuan hukum yang mengatur keterlibatan WNI dalam dinas militer negara asing tanpa izin Presiden.

"Informasi terus dihimpun dan dipastikan lebih lanjut terutama terkait identitas, status kewarganegaraan, keberadaan, proses perekrutan dan kontrak kerja, lingkup pekerjaan, serta aktivitas dan keterlibatan para individu tersebut," ujar Yvonne.