NADIKABAR.COM — Rusia menyampaikan pandangan terkait sejumlah tindakan yang merusak perdagangan internasional - termasuk pencegatan kapal-kapal niaga, penerapan sanksi sepihak, dan penyitaan aset negara -dalam pertemuan para Menteri Luar negeri (Menlu) G20 di Amerika Serikat (AS), demikian menurut pernyataan Kementerian Luar Negeri Rusia, Sabtu (31/10).

"Kami memberikan penilaian komprehensif terkait tindakan destruktif yang merusak perdagangan internasional, termasuk pencegatan kapal niaga, sanksi, penyitaan aset, dan metode curang lainnya," tulis kementerian tersebut dalam ringkasan pertemuan para Menlu G20.

Rusia menekankan pentingnya memperkuat tatanan dunia multipolar, mereformasi sistem tata kelola ekonomi, serta melawan persaingan tidak sehat dan praktik neokolonialisme, imbuh kementerian tersebut.

Dalam pertemuan G20 itu, Rusia juga menegaskan kembali komitmen untuk tetap menjadi pemasok utama sumber daya energi, pangan, dan pupuk bagi negara-negara yang membutuhkan.

Pertemuan para menteri luar negeri G20 tersebut berlangsung di Atlanta dari 30-31 Oktober 2026, di bawah kepresidenan AS. Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov memimpin delegasi Rusia.