NADIKABAR.COM β Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menekankan pentingnya penguasaan kompetensi nyata bagi lulusan pendidikan vokasi agar mampu memenuhi kebutuhan dunia kerja.
βKarena sekarang di dunia kerja itu yang ditanya bukan school saja, tetapi lebih kepada skill. Perusahaan merekrut bukan untuk melihat lulusan dari mana, tetapi kompetensinya yang benar-benar dibutuhkan. Maka kompetensi ini menjadi sesuatu yang harus kita siapkan,β kata Sekretaris Jenderal Kemnaker Cris Kuntadi dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.
Selain keahlian, Cris mengatakan sumber daya manusia (SDM) vokasi juga perlu membangun karakter, memperkaya pengalaman, serta menguasai teknologi digital untuk menghadapi tantangan dunia kerja yang terus berkembang.
Ia menambahkan, ada empat bekal penting yang perlu dipersiapkan agar para lulusan vokasi dapat berkarya dan memberikan dampak positif di lingkungan kerja, yaitu kompetensi, karakter, pengalaman, dan kolaborasi.
Cris menjelaskan, pencapaian akademik perlu dilengkapi dengan bukti kemampuan yang dapat ditunjukkan kepada dunia kerja.
βHal ini dapat diwujudkan melalui proyek yang berhasil diselesaikan, portofolio karya, pengalaman langsung di lapangan, serta sertifikasi resmi sebagai pengakuan atas keahlian yang dikuasai,β ujarnya.
Selain kompetensi teknis, Cris mengingatkan pentingnya penguasaan literasi digital dan pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Kemampuan tersebut perlu dikembangkan agar lulusan vokasi dapat beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan dunia kerja.
Di sisi lain, Kemnaker juga memperkenalkan ekosistem layanan digital ketenagakerjaan SIAPKerja yang mencakup SkillHub, MagangHub, SertiHub, KarirHub, BizHub, dan Talent Innovation Hub.
βLayanan tersebut diperkenalkan untuk mendukung pengembangan kompetensi dan persiapan memasuki dunia kerja,β kata Cris.
Sementara itu, Direktur Politeknik Penerbangan Makassar Sukarwoto menyampaikan bahwa penyiapan sumber daya manusia (SDM) transportasi yang unggul, kompeten, dan berdaya saing global menjadi kunci dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.
βUntuk mewujudkannya, sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan dunia usaha diperlukan agar lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia profesional,β kata Sukarwoto.