Fungsi ini diharapkan dapat mempertemukan peserta pelatihan, calon wirausaha, pelaku industri, serta pemangku kepentingan lainnya untuk mengembangkan gagasan dan peluang ekonomi.

β€œBLK juga kita arahkan agar berperan sebagai klinik produktivitas yang membantu perusahaan, khususnya usaha menengah, meningkatkan kinerja dan produktivitas. Hal ini dapat memperkuat hubungan balai dengan industri, termasuk dalam pengembangan keterampilan tenaga kerja, pendampingan, serta peningkatan kualitas proses kerja,” jelas Yassierli.

Lebih lanjut, Menaker juga menekankan pentingnya penguatan sistem pemantauan lulusan atau tracer study. Data tersebut diperlukan untuk mengetahui kondisi peserta setelah pelatihan, mengevaluasi kesesuaian kompetensi yang diberikan, dan menjadi dasar perbaikan program berikutnya.

β€œTingkat keberhasilan lulusan pelatihan vokasi yang bekerja atau berwirausaha mencapai 70 persen. Target tersebut adalah penekanan dalam upaya memperkuat orientasi pelatihan pada hasil, bukan semata-mata pada pelaksanaan kegiatan,” ujarnya.