Nantinya, lanjut Cris, mahasiswa akan dilatih menghasilkan produk atau jasa yang memiliki standar kualitas industri.

Sementara itu, Rektor Universitas Harkat Negeri Sudirman Said mengapresiasi keterbukaan Kementerian Ketenagakerjaan untuk menjajaki potensi kerja sama tersebut.

​“Sebagai pelaku pendidikan vokasi, Universitas Harkat Negeri sangat membutuhkan dukungan dari otoritas ketenagakerjaan. Dari sini kebutuhan dan kualifikasi tenaga kerja terampil akan didefinisikan. Kami berharap bisa diberikan akses ke berbagai balai latihan kerja di wilayah kampus beroperasi,” ujar Sudirman Said.