NADIKABAR.COM — Kenaikan harga bahan bakar dan biaya hidup masih menjadi tantangan utama bagi proses transisi menuju energi terbarukan dan pengurangan penggunaan bahan bakar fosil di Asia Tenggara.

Hal itu menjadi salah satu kesimpulan hasil survei regional Southeast Asia Climate Outlook Survey Report 2026 yang diluncurkan ISEAS-Yusof Ishak Institute di Singapura, Kamis (1/10).

Sebanyak 44,6 persen responden survei tersebut menyebut lonjakan harga enegri dan biaya hidup sebagai kekhawatiran terbesar mereka, disusul krisis energi yang disebut 26,1 persen, demikian laporan tersebut.