Hubungan dengan orang lain dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan harga diri, status, atau memperoleh keuntungan pribadi.
Kesulitan memahami perasaan dan kebutuhan orang lain dapat membuat mereka mengucapkan atau melakukan sesuatu yang menyakiti orang lain tanpa mempertimbangkan dampaknya.
Mereka dapat merasa iri terhadap keberhasilan orang lain atau justru menganggap orang lain iri terhadap dirinya. Pencapaian orang lain juga bisa diremehkan.
Perilaku angkuh, merendahkan, atau memperlakukan orang lain seolah lebih rendah juga dapat muncul.
Selain sembilan karakteristik tersebut, seseorang dengan NPD dapat menunjukkan sensitivitas berlebihan terhadap kritik, penolakan, atau kegagalan. Mereka juga dapat menghindari situasi yang berpotensi membuatnya gagal, mengalami depresi setelah penolakan, atau bereaksi sangat marah ketika merasa dikritik.
Penyebab NPD belum diketahui secara pasti. Para ahli menduga kondisi tersebut berkaitan dengan kombinasi faktor genetik dan pengalaman hidup, terutama pengalaman pada masa kanak-kanak.
Dikutip dari Harvard Health, sejumlah pengalaman yang mungkin berperan tim redaksi lain:
Namun, memiliki salah satu pengalaman tersebut tidak berarti seseorang pasti akan mengalami NPD.
NPD dapat ditangani melalui psikoterapi atau terapi bicara bersama profesional kesehatan mental. Terapi dapat membantu seseorang memahami pola pikir dan perilakunya serta membangun hubungan yang lebih sehat dengan orang lain.