NADIKABAR.COM — Perlengketan usus atau adhesi terjadi ketika jaringan parut menyebabkan bagian usus menempel pada jaringan atau organ di sekitarnya.
"Perlengketan merupakan salah satu kondisi yang dapat ditemukan setelah operasi di area perut," kata dokter spesialis bedah digestif Bethsaida Hospital Gading Serpong dr. Eko Priatno, Sp.B-KBD dalam keterangan persnya pada Selasa.
Kondisi tersebut juga dapat muncul setelah pasien mengalami peradangan atau infeksi di rongga perut.
"Tidak semua pasien mengalami gangguan, sehingga penanganannya perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing," kata dr. Eko.
Pada sebagian pasien, perlengketan dapat menimbulkan nyeri perut berulang, kembung, dan gangguan pergerakan usus.
Dalam kondisi yang demikian, pemeriksaan perlu dilakukan untuk mengetahui penyebab keluhan dan menentukan penanganan yang sesuai.
Komplikasi dapat menjadi lebih kompleks apabila perlengketan usus terjadi di dekat atau melibatkan ureter, saluran yang membawa urine dari ginjal ke kandung kemih.
Kalau kondisi yang demikian terjadi, dokter spesialis bedah digestif dapat menangani gangguan pada usus dan melepaskan jaringan yang melekat apabila diperlukan.
Sementara itu, dokter spesialis urologi rekonstruksi dapat mengevaluasi keterlibatan saluran kemih serta melakukan perbaikan atau rekonstruksi jika terdapat indikasi medis.
Dokter spesialis urologi konsultan trauma dan rekonstruksi urogenital Bethsaida Hospital Gading Serpong dr. Donny Eka Putra, Sp.U.(K) mengatakan, penanganan kasus perlengketan kompleks perlu mempertimbangkan kondisi seluruh organ yang terlibat.
"Pada kasus perlengketan yang kompleks, penanganan tidak cukup hanya berfokus pada satu organ," katanya.
"Kami perlu memahami hubungan antar-organ yang terlibat agar tindakan dapat direncanakan secara menyeluruh, termasuk menjaga fungsi saluran kemih dan melakukan rekonstruksi jika diperlukan," ia menambahkan.
Sebelum menentukan terapi, dokter perlu mengevaluasi riwayat operasi, melakukan pemeriksaan fisik, serta menjalankan pemeriksaan penunjang sesuai kebutuhan.
Keputusan untuk melakukan operasi diambil dengan mempertimbangkan kondisi pasien, manfaat tindakan, serta risiko yang mungkin timbul.
Direktur Bethsaida Hospital Gading Serpong dr. Margareth Aryani Santoso, MARS mengatakan, pendekatan multidisiplin diterapkan dalam menentukan penanganan yang sesuai dengan kebutuhan pasien.
"Pelayanan kesehatan bukan hanya tentang menangani suatu penyakit, tetapi juga memahami kondisi pasien secara menyeluruh," katanya.