"Sebenarnya 3 bulan yang lalu saya menengok beliau di rumah sakit ya. Kita ngobrol banyak, beliau masih cerita soal seni, budaya, gitu ya. Cerita tentang Pancasila gitu. Itu luar biasa lah menurut saya," kata Ganjar.

Ganjar sempat kaget ketika mendengar kondisi Guruh mulai menurun. Meski begitu Ganjar mendoakan agar Guruh dalam keadaan baik saat meninggal dunia.

"Terus yang kemarin kita nggak tahu. Saya hanya dikabari dari kawan-kawan DPP, kebetulan saya di Jogja. Sehingga sampai proses-proses kritis kita check and recheck aja, sampai dengan tadi pagi kawan-kawan mengabari. Saya melihat memang beliau orang yang sangat serius untuk urus seni dan budaya sampai akhir hayat bersama. Ya kita berdoalah mudah-mudahan husnul khatimah," jelasnya.

Mantan Menteri Parekraf Sandiaga Uno melayat ke rumah duka almarhum Guruh Soekarnoputra di Jalan Sriwijaya, Jakarta Selatan. Sandiaga mengenang Guruh sebagai maestro kebudayaan dan ekonomi kreatif yang kerap memberikannya wejangan.

Sandiaga mengaku tinggal di sekitar rumah duka. Dia menyampaikan duka cita mendalam atas kepergian Guruh Soekarnoputra.

"Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Hari ini bangsa Indonesia kehilangan eh seorang tokoh nasional. Maestro kebudayaan dan ekonomi kreatif," kata Sandi kepada wartawan di lokasi, Sabtu (26/9/2026).

"Dan atas nama warga sekitar, kebetulan kami tinggal di sekitar sini, eh kami mengucapkan innalillahi wa inna ilaihi raji'un, turut bela sungkawa. Bapak Guruh Soekarnoputra terkenal sebagai warga yang memberikan kontribusi positif," sambungnya.

Sandi menuturkan, kedekatannya dengan Guruh sudah terjalin sejak kecil. Hubungan tersebut terus berlanjut hingga Sandiaga terjun ke dunia usaha hingga di pemerintahan.

"Waktu masih kecil sering main ke rumah ini. Dan beliau banyak memberikan wejangan saat memulai usaha, pernah juga bermitra, dan saat di pemerintah beliau juga mitra kerja kami di Komisi X (DPR RI)," ungkap Sandiaga.

Bagi Sandiaga, kontribusi Guruh di panggung kesenian nasional, khususnya lewat kelompok seni Swara Maharddhika, menjadi warisan bagi industri kreatif Tanah Air.

"Jadi kami kehilangan tokoh ekonomi kreatif yang telah memberikan kontribusi luar biasa melalui perannya di Swara Maharddhika maupun juga di kepartaian. Kita doakan beliau husnul khotimah dan diberikan eh tempat di sisi terbaik Allah Subhanahu wa ta'ala," tuturnya.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung berduka atas meninggalnya Guruh Soekarnoputra, adik dari Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri. Pramono mengaku kenal Guruh bukan sekadar sosok seniman maupun budayawan, tetapi juga merupakan sahabat yang telah dikenalnya sejak lama.

"Innalillahi wa inna ilaihi roji'un. Kita semua kehilangan seorang sahabat, teman, Mas Guruh. Saya mengenal Mas Guruh sudah lama sekali. Dan Mas Guruh ini bukan hanya seniman, budayawan, musikus, tetapi juga politisi, tetapi juga seorang kreator," kata Pramono Anung di rumah duka kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (26/9/2026).

Pramono mengatakan dirinya terakhir bertemu Guruh sekitar tiga pekan lalu. Sehingga dia mengaku sangat kehilangan sosok Guruh.

"Kita semua merasa kehilangan dan saya secara pribadi mendoakan agar Mas Guruh dilapangkan jalannya" imbuhnya.

Pramono mengenang Guruh sebagai sosok yang memiliki jiwa nasionalisme tinggi. Untuk itu dia berhatap karya-karya yang ditinggalkan Guruh dapat terus menjadi perekat bagi masyarakat

"Apa yang ditinggalkan oleh Mas Guruh itu mudah-mudahan tetap menjadi perekat di hati kita bagi bukan hanya pengagum Mas Guruh, tetapi orang-orang yang merasakan itu. Karena jiwa nasionalisme Mas Guruh itu sangat tinggi sekali," katanya.

Seingat Pramono, kondisi Guruh mulai menurun dalam pertemuan terakhirnya. Namun dia melihat Guruh masih punya semangat.

"Memang terakhir-terakhir ini kondisi kesehatannya mulai mengalami penurunan, tetapi beliau masih bersemangat untuk bisa berkarya," ucapnya.

Pramono menceritakan, ada keinginan keras agar karya Guruh Soekarnoputra (GSP) dapat kembali ditampilkan. Bahkan Guruh sempat terlibat dalam produksi seni bersama sejumlah seniman.

Pramono mencontohkan keterlibatan Guruh dalam monolog yang dibawakan Maudy. Guruh awalnya bertindak sebagai sutradara, tetapi karena kondisi kesehatannya, posisi tersebut kemudian digantikan sutradara lain.

"Sebenarnya awalnya sutradaranya itu Mas Guruh, tetapi karena kesehatan Mas Guruh akhirnya Maudy, sutradaranya yang lain. Jadi saya cukup intensif berinteraksi dengan Mas Guruh," katanya.