Ketika lagu diputar kembali, maka otak mengaktifkan kumpulan kenangan yang telah terbentuk. Karena itulah, sosok tertentu dapat muncul lebih dahulu daripada kenangan lainnya.
Ketika membaca artikel ini, pembaca mungkin teringat sekilas kenangan seseorang yang dahulu berbagi kisah. Singkatnya, mantan. Apakah dengan teringat, itu artinya kita masih memiliki perasaan?
Faktanya, tidak selalu ketika mendengarkan sebuah lagu dan teringat pada seseorang berarti kita masih memiliki perasaan kepadanya. Hal itu tidak selalu berarti kita masih mencintai, merindukan, atau ingin kembali bersama orang tersebut.
Kemunculan sosok atau seseorang dalam lagu itu dapat terjadi karena lagu telah menjadi bagian dari diri mereka. Yang artinya seseorang dulu pernah bersama dan memiliki salah satu lagu untuk disimpannya. Otak hanya membuka kembali hubungan tim redaksi musik dan memori yang pernah terbentuk.
Lirik hanyalah menjadi salah satu pemicu. Selain lirik, ada banyak komponen pemicu memori lain dalam lagu, seperti melodi, suara penyanyi, irama, instrumen, dan karakter keseluruhan lagu.
Dirujuk dari penelitian berjudul Qualities of Music-Evoked Autobiographical Memories are Associated with Auditory Features oleh Nawaz dan Omigie, karakter suara dalam musik turut berkaitan dengan kualitas kenangan dan emosi yang muncul. Lagu dengan karakter tertentu dapat berhubungan dengan kenangan yang lebih tenang, romantis, sedih, menyenangkan, atau penuh semangat.