Apabila hanya mengandalkan kemampuan teknis, banyak yang bisa menjadi pesaing ketat. Namun, kepribadian seseorang yang dapat membaur dengan orang-orang yang bekerja bersama merupakan hal berbeda.

Pengusaha teknologi dan akademisi, Vivek Wadhwa, mengatakan orang-orang terbaik keturunan India berada di perusahaan yang tepat, sehingga bisa mencapai puncak (sebagai CEO). Di sisi lain, ide-ide mereka juga tersalurkan dengan baik.

"Jaringan yang mereka bangun (di Silicon Valley) juga memberi mereka keuntungan - idenya adalah mereka akan saling membantu," katanya dalam BBC.

Menurutnya, banyak CEO kelahiran India yang telah meniti karier di perusahaan global, merasa rendah hati. Ini yang kemudian membedakan dengan mereka yang menjadi CEO karena sebagai pendiri.

"Orang-orang seperti Nadella dan Pichai juga membawa sejumlah kehati-hatian, refleksi, dan budaya yang lebih 'lembut' yang menjadikan mereka kandidat ideal untuk jabatan puncak - terutama pada saat reputasi perusahaan teknologi besar telah merosot di tengah sidang Kongres, pertikaian dengan pemerintah asing, dan jurang yang semakin lebar tim redaksi orang-orang terkaya di Silicon Valley dan seluruh Amerika," papar Wadhwa.

Selain Satya Nadella (CEO Microsoft) dan Sundar Pichai (CEO Alphabet), orang-orang keturunan India yang sukses menjadi bos perusahaan global tim redaksi lain Neal Mohan (CEO Youtube) dan Ajay Banga (President of the World Bank Group).

Penulis adalah peserta MagangHub Kemnaker di NadiKabar.com.