NADIKABAR.COM — Pernah merekam suara sendiri, lalu begitu diputar langsung merasa, "Kok suaranya begini?"

Padahal saat berbicara sehari-hari, suara tersebut terdengar normal. Bahkan Anda mungkin tidak pernah merasa ada yang aneh dengan suara sendiri. Namun, begitu masuk rekaman, suara itu tiba-tiba terdengar lebih tipis, lebih tinggi, atau sekadar terasa seperti bukan suara Anda.

Tenang, kondisi ini sangat umum. Bukan berarti mikrofon sedang berusaha menjatuhkan harga diri Anda.

Perbedaan tersebut terjadi karena cara seseorang mendengar suara sendiri ketika berbicara tidak sama dengan cara mendengar suara dari rekaman.

Ketika berbicara, suara dari pita suara dan rongga mulut sampai ke telinga melalui udara. Ini disebut konduksi udara atau air conduction.

Namun, pada saat yang sama, getaran suara juga merambat melalui jaringan tubuh dan tulang tengkorak menuju telinga bagian dalam. Jalur ini dikenal sebagai konduksi tulang atau bone conduction.

Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Royal Society Open Science menjelaskan bahwa suara yang didengar saat berbicara merupakan gabungan dari kedua jalur tersebut. Konduksi melalui tulang ikut mengubah karakter suara yang sampai ke telinga.

Salah satu efeknya adalah frekuensi rendah dari suara menjadi lebih dominan. Karena itu, Anda cenderung mendengar suara sendiri dengan karakter yang lebih berat atau dalam dibandingkan suara yang didengar orang lain.

Sementara itu, ketika suara direkam, mikrofon hanya menangkap suara yang merambat melalui udara.

Tidak ada lagi getaran yang merambat langsung melalui tulang tengkorak ke telinga.

Akibatnya, ketika rekaman diputar, Anda mendengar suara melalui jalur yang sama seperti ketika mendengar orang lain berbicara. Inilah yang membuat suara tersebut terasa asing.

Menariknya, suara dalam rekaman justru lebih mendekati apa yang biasanya didengar orang lain ketika Anda berbicara.

Suara yang Anda dengar dari dalam kepala merupakan pengalaman pendengaran yang berbeda karena mendapatkan tambahan informasi dari konduksi tulang.

Jadi, ketika teman Anda mengatakan suara Anda terdengar berbeda dengan suara yang Anda dengar sendiri, sebenarnya keduanya bisa sama-sama benar. Anda hanya mendengar suara melalui jalur yang berbeda.

Penelitian mengenai persepsi suara sendiri juga menunjukkan bahwa pengalaman mendengar suara sendiri bukan sekadar proses pendengaran biasa. Ada kombinasi antara informasi suara, getaran tubuh, dan pengalaman yang sudah terbentuk karena kita sangat familiar dengan suara tersebut.

Kenapa suara rekaman kadang terdengar lebih cempreng?

Salah satu alasannya berkaitan dengan hilangnya kontribusi frekuensi rendah dari konduksi tulang.

Saat suara merambat melalui tulang dan jaringan kepala, karakteristik frekuensinya mengalami perubahan. Penelitian menyebut jalur konduksi tulang cenderung memberikan penekanan tertentu pada frekuensi rendah sehingga suara yang Anda dengar ketika berbicara dapat terasa lebih berat.

Ketika rekaman diputar, jalur tersebut tidak ada. Hasilnya, suara yang terdengar bisa terasa lebih tinggi atau lebih tipis dibandingkan suara yang biasa Anda dengar dari dalam kepala.

Selain itu, posisi mikrofon, kualitas mikrofon, jarak mulut dengan perangkat, ruangan, hingga pemrosesan audio pada ponsel atau aplikasi juga dapat mengubah karakter rekaman.

Jadi, kalau suara di voice note terdengar sedikit berbeda, tidak semuanya disebabkan oleh telinga atau tubuh. Perangkat perekam juga punya peran.