NADIKABAR.COM โ€” Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rachmat Pambudy menekankan strategi penanggulangan bencana yang lebih menyeluruh, terencana, serta mengutamakan pencegahan untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

โ€œUntuk mengatasi kebakaran hutan ini, kita harus bekerja sama untuk membuat rancangan strategi penanggulangan bencana. Perlu penyusunan strategi penanggulangan bencana yang lebih menyeluruh dengan kementerian/lembaga yang memiliki peran dan kewenangan terkait ini,โ€ ujar dia saat berjumpa Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto.

Dalam keterangan tertulis Bappenas yang diterima di Jakarta, Selasa, Rachmat mengatakan penanganan karhutla dinilai membutuhkan sumber daya yang besar. BNPB telah mengerahkan 43.700 personel gabungan serta 55 armada udara untuk mendukung patroli, operasi modifikasi cuaca, dan water bombing.

Di luar enam provinsi prioritas, BNPB juga menangani karhutla yang terjadi di Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan Timur, Kabupaten Teluk Bintuni di Papua Barat, kawasan Gunung Butak dan kawasan Gunung Ijen di Jawa Timur, hingga Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo di Solo, dengan total 741,97 hektare masih dalam penanganan.

Berdasarkan paparan data BNPB, luas lahan terbakar sepanjang 2022โ€“2026 mencapai 866.861,55 hektare (ha). Hingga 8 September 2026, karhutla di enam provinsi prioritas, yaitu Kalimantan Barat, Riau, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, dan Jambi, mencapai 72.009,10 hektare (ha) yang 948,87 ha di antaranya masih dalam penanganan.